PEKANBARU, RIAUKOMPAS.com – Malam ini, satu mahkota dipertaruhkan di Bali. Dan yang membawanya adalah anak Riau.
Wahyu Trinanda Puteri, mahasiswi Seni Pertunjukan UIR semester akhir, resmi bertolak dari Pekanbaru menuju Bali. Ia bukan liburan — ia bertarung di Grand Final Duta Pariwisata Indonesia 2026, 4–8 November, dengan tema Destinasi Wisata Desa.
Langkah Wahyu tidak main-main. Agustus lalu, ia menyabet Juara I Duta Pariwisata Riau 2026, menyisihkan puluhan finalis se-Riau. Kini, ia satu-satunya wakil Riau yang berdiri di panggung nasional.
Sebelum naik pesawat, suara Wahyu bergetar. Ia tidak lupa kampung.
“Kepada Bapak Ibu Kades Pulau Gadang, Kades Koto Masjid, seluruh kades di Riau, sahabat, keluarga, Bupati/Wali Kota se-Riau, dan Plt Gubernur Riau — saya mohon doa restunya,” ucapnya lirih.
“Doakan saya tampil terbaik dan bisa membawa pulang mahkota itu ke Riau.”
Bagi Wahyu, ini bukan soal selempang dan mahkota. Ini soal desa-desa wisata Riau — dari Pulau Gadang hingga Koto Masjid — yang selama ini belum dilirik nasional.
“Lewat saya, semoga Riau juara. Semoga wisata desa kita diperhitungkan,” tegasnya.
Riau punya harapan baru. Namanya Wahyu Trinanda Puteri. Bali menanti.
Redaktur Pelaksana : Cahyo Ariadi




